Generasi Z Berani Minta Naik Gaji Sementara Generasi X Pasrah

Pekerja generasi Z (Gen Z) saat ini menjadi kelompok yang paling berani dalam menyuarakan keinginan terkait kenaikan gaji kepada atasan mereka. Di tengah kondisi yang cenderung pasif dari pekerja senior, Gen Z muncul sebagai suara yang aktif memperjuangkan kompensasi yang lebih baik.

Menurut laporan terbaru, survei Salary Pulse 2026 menunjukkan bahwa hingga 60% Gen Z lebih memilih memulai diskusi mengenai gaji dengan atasan atau departemen sumber daya manusia (SDM). Angka ini cukup menonjol, terutama bila dibandingkan dengan milenial yang hanya mencapai 55% dan Gen X yang berada di angka 37%.

Keberanian Gen Z dalam Memperjuangkan Kenaikan Gaji

Managing Director Jobstreet Indonesia mengungkapkan bahwa keberanian Gen Z berbicara tentang gaji adalah salah satu temuan paling menarik dalam survei terbaru. Wisnu Dharmawan, dalam paparan tersebut, menyatakan bahwa Gen Z adalah generasi yang paling berani memulai percakapan tentang kenaikan gaji.

Hal ini sangat kontras dengan Gen X, yang meskipun memiliki pengalaman dan posisi yang lebih senior, banyak di antaranya yang merasa tidak nyaman untuk menyuarakan pendapatnya. Menurut Wisnu, generasi yang lebih tua lebih cenderung hanya bersuara di lingkungan informal, seperti saat makan siang, daripada berani berbicara langsung.

Survei tersebut menunjukkan bahwa hanya 41% Gen X yang merasa gajinya cukup, yang merupakan angka terendah dibandingkan dengan Gen Z dan milenial. Dengan situasi ini, terlihat jelas bahwa meskipun Gen X memiliki pendapatan yang lebih tinggi, mereka merasa kurang dihargai dalam hal gaji dibandingkan generasi yang lebih muda.

Pemahaman dan Persepsi Gaji di Kalangan Generasi Berbeda

Persentase pekerja Gen X yang menganggap gaji mereka layak cukup rendah, meskipun mereka adalah kelompok dengan pendapatan yang lebih baik. Hampir separuh dari mereka mendapatkan gaji di atas Rp8 juta, yang lebih tinggi dari rata-rata pasar. Namun, banyak di antara mereka merasakan ketidakadilan, terutama saat membandingkan tanggung jawab yang mereka pikul dengan rekan-rekan kerja yang lebih baru.

Sementara itu, Gen Z, meskipun berada di tahap awal karier, lebih percaya diri untuk menyampaikan keinginan mereka untuk mendapatkan kenaikan gaji. Sebanyak 60% dari mereka merasa nyaman untuk membicarakan hal ini, menunjukkan perbedaan sikap yang jelas antara kedua generasi.

Apabila hasil negosiasi mereka tidak sesuai dengan harapan, sekitar 28% Gen Z siap untuk melakukan negosiasi ulang dengan atasan atau bagian SDM, sementara 28% lainnya memilih untuk meminta tunjangan dan fasilitas lain di luar gaji pokok. Ini menandakan sikap proaktif yang diambil oleh generasi muda di dunia kerja.

Hasil Survei Mengenai Kenaikan Gaji di Kalangan Pekerja

Keberanian Gen Z dalam meminta kenaikan gaji tampaknya memberi hasil yang positif. Dalam satu tahun terakhir, mereka menjadi generasi yang paling banyak menerima kenaikan gaji, mencapai 72%, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pekerja Indonesia yang hanya 62%. Ini menunjukkan bahwa sikap mereka yang aktif dalam negosiasi dapat berdampak signifikan pada situasi finansial mereka.

Sekalipun menghadapi tantangan dalam hal gaji, Gen Z menunjukkan kepuasan dalam pekerjaan mereka. Survei juga menemukan bahwa 65% dari mereka merasa puas dengan gaji yang diterima, sementara 49% merasa gaji mereka sesuai dengan tanggung jawab yang diemban.

Dengan adanya perbedaan generasi dalam hal komunikasi tentang gaji, tampaknya ada pelajaran yang dapat diambil oleh Gen X. Mungkin sudah saatnya bagi mereka untuk lebih terbuka dan berani menyampaikan harapan dan keinginan mereka kepada atasan.

Related posts